Thursday, May 27, 2021

Resume Aliran Aliran Tasawuf

Macam-macam dan Tokoh aliran tasawuf

Disini ada beberapa aliran dan tokoh tasawuf diantaranya :

1. Aliran tasawuf Falsafi

Tasawuf Falsafi adalah aliran yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistik (ghaib) dan visi rasional (akal). Terminology filosofis yang berasal dari macam-macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya, namun orisinalitasnya sebagai tasawuf tetap tidak hilang. Walaupun demikian tasawuf filosofis tidak bisa dipandang sebagai filsafat, karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa dan tidak pula bisa dikatagorikan pada tasawuf (yang murni) karena sering diungkapkan dengan bahasa filsafat.

Selain itu tasawuf falsafi memiliki pengertian sebagai berikut tasawuf yang menggunakan pendekatan rasio atau akal pikiran. Tasawuf model ini menggunakan bahan-bahan kajian atau pikiran dari para filsof,baik menyangkut tentang tuhan, manusia, dan sebaginya.

Tokoh aliran tasawuf Falsafi

a. Ibn Khaldun

Dalam muqaddimahnya menyimpulkan, bahwa tasawuf falsafi mempunyai empat obyek utama dan menurut Abu al-wafa bisa dijadikan karakter sufi falsafi yaitu:

a) Latihan rohaniah dengan rasa, instuisi serta intropeksi yang timbul darinya.

b) Hakikat yang tersingkap dari alam ghaib

c) Peristiwa-peristiwa dalam alam maupun ksmos berpengaruh terhadap berbagai bentuk kerahmatan.

d) Penciptaan umgkapan-ungkapan yang pengertiannya sepintas samar-samar (syathahiyat).

b. Al jilli

Ajaran tasawuf al jilli yang terpenting adalah paham insan kamil (manusia sempurna) menurut al-Jilli insane kamiul adalah nuskhah atau copy tuhan, seperti yang disebutkan dalam hadits yang artinya: “Allah menciptakan adam dalam bentuk yang maharman” Hadits lain Artinya: “Allah menciptakaan adam dalam bentuk dirinya”

c. Al-Hallaj

Menurut al-Hallaj bahwa dalam diri manusia terdapat luhut (unsure ketuhanan dan nuhut ( unsure kemanusiaan. Jika manusia berusaha mensucikan hati sesuci-sucinya maka akan terjadi luhut manusia naik keatas dan nusut Tuhan turun kebawah sehingga terjadi terjadi apa yang dimaksud ittihad (bersatunya nasut tuhan dengan lahut manusia dalam diri manusia).

Al-Hallaj menggunakan paham hulul . hulul merupakan salah satu konsep didalam tasawuf falsafiyang menyakini terjadnya kesatuan antara Khaliq dengan makhluk. Kata hulul diimplikasikan kepada bersemnyngnya sifat-sifat ke-tuhanan kedalam diri manusia atau maasuk dalam suatu dzat kedalam dzat yang lainnya. Hulul adalah doktrin yang sangat menyimpang denan Tuhan.

d. Ibn ‘Arbi         

Ajaran pertama dari Ibn ‘Arabi adalah wahdatul wujud (kesatuan wujud). Isi dari wahdatul wujud yakni “ wujud semua yang ada hanya satu dan wujud makhluk pada hakekatnya adalah wujud khaliq. Tidak ada perbedaan dari segi hakekat, kalaupun ada perbedaan hal itu dilihat dari sudut pandang panca indra lahir dan akal yang terbatas kemampuannya dalam menangkap hakekatnya apa yang ada pada zat-nya dari kesatuan dzatiyah yang segala sesuatunya terhimpun padanya.

e. Ibn Sab’in

Ibn Sab’in terkenal dengan fahaamnya yaitu kesatuan mutlak yang menempatkan ketuhanan pada tempat pertama. Sebab wujud allah menurutnya adalah asal segala yang ada. Sementaraa wujud materi yang tampak justru dia rujukan pada wujud mutlak. Pmikiran ini dirujuk dengan dalil a-qur’an yang diimplitasikan secara khusus dan terkadang ia memperkuatnya dengan hadits nabiSAW.


2. Aliran Tasawuf Amali

Tasawuf amali adalah aliran tasawuf ini lebih menekankan pembinaan moral dalam upaya mendekatan diri kepada tuhan untuk mencapai hubungan yang dekat dengan tuhan, seseorang harus mentaati dan melaksanakan sya’riat atau ketentuan agama.

Tasawuf amali berkonotasikan tarekat. Tarekat disini dibedakan antara kemampuan sufi yang satu dari pada yang lain, ada orang yang dianggap mampu dan tahu cara mendekatkan diri kepada allah, orang yang memerlukan bantuan orang lain dianggap memiliki otoritas dalam masalah itu. Dalam tasawuf amali yang berkonotasikan tarekat ini mempunyai aturan, prinsip dan sistem khusus. Menurut J.Spencer Trimingham, tarekat adalah suatu metode praktis untuk menuntun seorang sufi secara berencana dengan jalan pikiran, perasaan, dan tindakan, terkendali terus-menerus kepada suatu rangkaian maqam untuk dapat merasakan hakekat sebenarnya.

Tokoh Aliran Tasawuf Amali

Syech Abdul Qadir Al jailani( 470H/1077M-561H/1166M), dia adalah orang pertama yang mendirikan madrasah ini dalam bentuk tariqah. Kemudian diikuti oleh Imam Ahmad Al-Rifa’i(w.578H/1106M), Imam Abu Hasab Al-Shadhili, dan imam Baha’ al-Din Muhammad al-Naqshabandi (717-791M).


3. Aliran tasawuf sunni(tasawuf Akhlaki)

Tasawuf akhlaki adalah membersihkan tingkah laku atau saling membersihkan tingkah laku.tasawuf akhlaki gabungan antara ilmu tasawuf dan ilmu akhlak, akhlak hubungnnya sangat erat dengan tingkah laku dan perbuatan manusia sdalam interaksi sosial pada lingkungan tempat tinggalnya.

Tasawuf akhlaki biasa disebut dengan istilah tasawuf sunni. Tasawuf model ini berusaha untuk mewujudkan akhlak mulia dalam diri si sufi, sekaligus menghindarkan diri dari akhlak mazmumah (tercela).Dan tasawuf sunni juga memiliki pengertian yaitu bentuk tasawuf yang memagari dirinya dengan al-Qur’an dan al-hadits secara ketat, serta mengaitkan ahwal(keadaan) dan Maqomat )tngkatan rohaniah) mereka kepada kedua sumber tersebut.Dalam ilmu tasawuf dikenal dengan sebutan takhali(pengosongan diri dari sifat-sifat tercela), tahali(menghiasi diri dengan sifat-siat terpuji), dan tajalli (terungkapnya nur Ghaib bagi hati yang telah bersih sehingga mampu melihat cahaya ketuhanan).

Tokoh Aliran tasawuf Sunni( tasawuf akhlaki) :            

a. Al-Qusyairi

Al-Qusyairi adalah seorang tokoh sufi ulama abad V Hijriyah. Kedudukannya demikian penting karyanya banyak dipakai sebagai rujukan paa sufi, seperti: al-Risalah al-Qusyairiyah, isinya lengkap , baik secara teoristis maupun praktis. Dia dikenal sebagai pembela teologi Alh Sunnah Wal Jamaah, yangmampu mengkompromiksn syari’ah dan hakikat. Dia berusaha mengembalikan tasawuf pada landasannya, al-Qur’an dan al-Sunnah.

Dia mengkritik tentang syathahiyat yang dikatakan oleh sufi semi falsafi, dan cara berpakaian mereka yang menyerupai orang miskin. Sementara pada saat yang sama tindakan mereka bertentangan dengan pakaiannya. Dia menekankan bahwa kesehatan bbatin, dengan berpegang teguh kepada al_qur’an dan sunnah, lebih penting dari pakaian lahiriah.

Dalam karyanya Ar Risalah Al Qusyairiyyah, Al Qusyairi cenderung mengembalikan tasawuf keatas landasan doktrin ahlussunnah. Dalam ungkapannya al-Qusayiri menolak par sufi syathahi, yang mengesankan terjadinya perpaduan antara sifay-sifat ketuhanan, khususnya sifat terdahuluNya, dan sifat-sifat kemanusiaan, khususnya sifat-sifat baharunya.

Selain itu dia mengecam keras para sufi yang gemar mempergunakan pakian orang miskin, sedangkan tindakan mereka bertentangan dengan tindakan mereka. Dalam konteks berbeda Al-Qusyairi mengemukakan suatu penyiumpangan lain dari para sufi, dengan ungkapan pedas. “Kebanyakan para sufi yang menempuh jalan kebenaran dari kelompok tersebut telah tiada. Tidak ada bekas mereka yang tinggal dari kelompok tersebut kecuali bekas-bekas mereka”. Dalam hal ini jelaslah baha al-Qusyairi adalah pembuka jalan bagi kedatangan Al Ghozalin yang berafilias pada aliran yang sama yaitu al Asy’riyyah, yang nantinya merujuk pada gagasan al-Qusyairi.

b. AL-Harawi

Al-Harawi menganggap bahwa orang yang suka mengeluarkan syathahat itu muncul dari ketidak tenangan. Sebab apabila ketenangan itu terpaku dalam qalbu mereka, akan membuat seseorang terhindar dari keganjilan ucapan ataupun segala penyebabnya.

c. Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah pembela tasawuf sunni yang menduduki peringkat setingkat lebih tinggi dari pada kedua sufi yang telah disebutkan dimuka. Pilihan al-Ghazali jatuh kepada taswuf sunniyang berdasarkaan doktrin Ahl al- sunnah wa Al-Jamaah, corak tasawufnya adalah psikomoral, yang mengutamakan pendidikan moral. Hal ini dapat dilihat dalam karya-karyanya seperti Ihya Ulumuddin, Bidayan Al Hidayah, dan sebagainya.

Al Ghozali menilai negatif kepada syathhiyat, karena dianggapnya mempunyai dua kelemahan: pertama, kurang memperhatikan amal lahiriah,hanya mengungkapkan kata-kata yang sulit dipahami. Kedua, keganjilan ungkapan yang tidak dipahami maknanya,diucapkan dengan hasil pemikiran yang kacau(hasil pemikiran sendiri).

Al Ghozali juga menolak teori kesatuan dia menyodorkan teori baru tentang ma’rifat dalam batas pendekatan diri pada allah tanpa diikuti penyatuan denganNYA. Jalan menuju ma’rifat adalah paduan antara ilmu dan amal.

d. Hasan Al Basri

Hasan al Basri adalah seorang yang masyur dikalangan tabi’in . ajaran-ajaran tentang kerohanian didasarkan pada Sunnah Nabi. Para sahabat Nabi mengakui kebesaran Hasan Al Basri, karir pendidikan Hasan al Basri dimulai di Hijaz, kemudian ia pindah ke Basrah dan memperoleh puncak keilmuannya disana.

Ajaran tasawufnya yaitu: pertama, perasaan takut yang menyebabkan hatimu tentram lebih baik dari pada rasa tentram menimbulkan rasa takut. Kedua, tafakur membawa kitaa pada kebaikan dan selalu berusaha untuk mengerjakannya. Menyesal atas perbuatan jahat menyebabkan kita bermaksud untuk tidak mengulanginya lagi. Ketiga dunia adalah negeri tempat beramal.


No comments:

Post a Comment

Resume Aliran Aliran Tasawuf

Macam-macam dan Tokoh aliran tasawuf Disini ada beberapa aliran dan tokoh tasawuf diantaranya : 1. Aliran tasawuf Falsafi Tasawuf Falsafi...